Berita Utama

Tempat Pencarian

Browse this website in:

PENGUMUMAN

Login Form



Jangan Takut, Malu Dan Khawatir Untuk Periksakan Organ Kewanitaan PDF Print E-mail
Written by HumasProv   
Selasa, 21 April 2015 15:38 WIB
Klik untuk ukuran asli

PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Christiandy Sanjaya, SE. MM mengungkapkan, dewasa ini Indonesia menghadapi beban ganda penyakit (Double Burden), yaitu keadaan dimana penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan penting dan pada waktu bersamaan Angka Kesakitan (Morbiditas) dan Angka Kematian (Mortalitas) penyakit tidak menular (PTM), temasuk penyhakit Kanker, makin meningkat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit tidak menular merupakan penyebeb kematian terbanyak didunia, dimana dalam hal ini Kanker sebagai penyebab kematian nomor dua, setelah penyakkit jantung dan pembuluh darah. Untuk Indonesia, kanker menjadi penyebab kematian nomor tiga dari seluruh penyebab kematian karena penyakit tidak menular (setelah stroke dan penyakit jantung), namun fasilitas diagnosis dan pengobatan kanker yang memadai di Indonesia masih sangat terbatas jumlahnya, bahkan hingga saat ini hanya ada 28 rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas radiotherapi untuk penderita kanker, oleh karenanya deteksi dini kanker wajib dan perlu ditingkatkan cakupannya serta perlu disebar luaskan pemahamannya, bahwa kanker adalah penyakit yang dapat diobati secara medis, apalagi bila ditemukan pada stadium dini.

Hal itu dikemukakan Wagub Kalbar pada kesempatan menyampaikan sambutannya pada acara pencanangan Program Nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan Indonesia (PNGPD2KP) Provinsi Kalimantan Barat, yang berlangsung di halaman depan Kantor Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (21/4).

Sejak tahun 2010 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Dinas Kesehatan, telah melatih sebanyak 87 dokter dan 123 bidan, yang tersebar di 63 Puskesmas dan 10 Rumah Sakit, di Kalbar untuk deteksi dini Kanker leher rahim dengan metode “IVA” dengan hasil cakupan pemeriksaan trhadap 11.257 perempuan, dan IVA positif berjumlah 535 orang, dan suspek kanker sejumlah 122 orang. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2013, prevalensi Kanker leher rahim Kalbar sebesar 0,4 per-1.000 ( Nasional 0,8 per-1.000), dengan jumlah asumsi jumlah penduduk perempuan Kalbar sebesar 2,3 juta (data BPS), maka diprediksi akan ada sejumlah 920 penderita kanker leher rahim di Kalbar.

Berbicara masalah perempuan, Wagub menambahkan, bahwa rahim adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting yang perlu dijaga dan dipelihara kesehatannya, oleh sebab itu kanker leher rahim merupakan isu penting bagi perempuan, karena terkait dengan kesehatan reproduksi perempuan. Perempuan yang menderita penyakit tersebut tentu kualitas hidupnya akan menurun dan menambah panjang deretan masalah yang akan dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia, dengan demikian maka pencegahan dan deteksi dini dengan metode IVA sangatlah tepat dan harus terus digencarkan, karena dapat dilakukan di Puskesmas dengan biaya murah, cepat dan tingkat akurasi tinggi, namun sangat disayangkan sebagian besar masyarakat saat ini masih takut, khawatir dan malu untuk memeriksakan organ kewanitaannya, untuk itulah Wagub berharap peran Tim Penggerak PKK baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota sudah selayaknya menjadi ujung tombak dalam melaksanakan program gerakan nasional pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia, dan Tim Penggerak PKK sebagai organisasi perempuan yang sudah eksis, harus mampu terus menggerakkan dan menggelorakan gerakan ini dan mampu membudayakan deteksi dini kanker sebagai gaya hidup perempuan Indonesia selama lima tahun kedepan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ny. Frederika Cornelis, S.Pd pada kesempatan tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Nasional Gerakan Pencegahan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pencegahan kanker dan pola hidup bersih dan sehat dan program ini juga diperuntukkan guna memeratakan pelayanan kesehatan di setiap Provins, karena berdasarkan data Komite Penanggulangan Kanker Nasional, menyatakan bahwa ada 1 orang meninggal setiap jam karena kanker rahim, oleh sebab itu program tersebut menggandeng PKK, sehingga dapat membangkinkan kesdaran masyarakat terutama perempuan di Desa untuk peduli Kanker Rahim dan Payudara.

Ditambahkan Frederika, Program ini dicanangkan pada tahun 2015 hingga 2019 tepatnya pada tanggal 21 April 2015 yang berkenaan dengan peringatan hari Kartini, dan pencanangan secara Nasional dipusatkan di Puskesmas Kulon Progo DIY oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan serentak dilakukan di seluruh Indonesia, dan pencanangan ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan kanker dengan metode IVA Test, yang dibantu oleh tenaga medis dan paramedis dan juga dilakukan secara serentak di 14 Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat. Untuk Kota Pontianak pemeriksaan dilakukan di tiga puskesmas yakni Puskesmas Alianyang, Kampung Bali, dan Yos Sodarso serta di Gedung Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar dan pelayanannya gratis dengan kartu BPJS, dan untuk warga Kota Pontianak yang belum memiliki kartu BPJS dapat menunjukkan KTP untuk dilayani secara gratis, katanya ( ruslanhumasprov).

 
Random Content




Tempat Pencarian Cepat