Berita Utama

Tempat Pencarian

Browse this website in:

PENGUMUMAN

Login Form



Selter “Bunga Lita” P2TP2A Milik Pemprov Diresmikan PDF Print E-mail
Written by HumasProv   
Kamis, 12 Maret 2015 18:44 WIB
Klik untuk ukuran asli

PONTIANAK – Provinsi Kalimantan Barat kini telah memiliki Shelter Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) tetap. P2TP2A Provinsi Kalimantan Barat yang dibentuk pada tahun 2006 dengan SK Gubernur nomor 262 tentang pembentukan P2TP2A, yang sejak tahun 2006 letaknya di jalan Pangeran natakusuma Pontianak dengan status sewa, tahun 2007 Selter tersebut pindah ke jalan Dr. Soetomo nomor 1 Pontianak dengan status pinjam di rumah dinas bekas Kapala Kantor Koperasi Prov Kalbar, dan pada tahun 2014 dengan dana APBD melalui DPA BP3AKB, dibangun Selter P2TP2A dengan nama “Bunga Lita” yang bangunannya terletak di lokasi Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Barat, dimana P2TP2A tersebut merupakan wahana pelayanan yang berperan dalam upaya pemenuhan kebutuhan peningkatan pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanggulangan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam masyarakat, dan isu-isu kegiatan yang ditagani oleh P2TP2A adalah penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang/traqfficking dan pelecehan seksual, dengan bentuk pelayanan diantaranya, pelayanan Penyediaan Data dan Informasi, Terapi Psikologi, Terapi Agama, Pendidikan dan Pelatihan, Pendampingan, Rehabilitrasi Kesehatan, Rehabilitasi Sosial serta Reintegrasi sosial, dengan tiga devisi, yakni devisi pencegahan, devisi pelayanan dan devisi pemberdayaan, dengan mekanisme kerjanya adalah secara berjejaring dengan melibatkan Pemerintah, LSM Peduli Perempuan dan Anak serta Masyarakat.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat yang meresmikan penggunaan Shelter P2TP2A Bunga Lita tersebut pada, Kamis (12/3) dalam sambutannya manyampaikan sukacitanya, karena Provinsi telah dapat membangun Selter, yang tentunya nanti dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sesuai dengan keinginan pembentukannya. Dia juga mengatakan, hingga saat ini khususnya didawilayah Kalimatan Barat, masih banyak kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, pelecehan seksual, kasus trafficking (perdagangan orang), penyalahgunaan Narkoba dan berbagai kejahatan lainnya yang terjadi dimasyarakat. Ditambahkannya, dalam rangka mengurangi angka kejahatan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan, selain berkoordinasi dengan seluruh stake holder, baik oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota, upaya lain juga dilakukan yakni dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, terutama kepada orang tua, untuk menjaga dan memperhatikan anak dan keluarga, yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan seperti lembaga pemerintah yang menangani perempuan dan anak, maupun dengan memberdayakan Lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap perempuan dan anak, tentang bahaya dan akibat dari kejahatan-kejahatan tersebut.

Selain itu Wagub juga menyampaikan, shelter P2TP2A yang diresmikan ini kondisinya sudah sangat bagus, termasuk fasilitas maupun keamanan dilingkungan sekitar, serta letaknya juga sangat strategis. Dikatakannya pula bahwa selter ini dibuat hanya bersifat standby, dan hanya sewaktu-waktu saja siap dipergunakan baik untuk korban Trafficking, korban kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan maupun korban KDRT serta korban kejahatan lainnya, namun orang nomor dua di Kalbar itu lebih berharap lagi selter tersebut tidak di huni oleh para korban, karena menurut dia kalau tidak ada penghuni berati tidak ada korban, kalau tidak ada korban tentunya itu lebih baik, katanya. Untuk itu, dia juga berharap kepada Kabupten yang belum terbentuk Badan agar segera dibentuk dan membangun selter. Dia juga menghimbau kepada mesyarakat apabila ada yang merasa menjadi korban, hendaknya tidak segan-segan untuk melapor kepada petugas baik petugas yang berwenang, maupun di Badan pemberdayaan Perempuan, yang ada di Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Khusus Provinsi telah siap untuk memberikan pelayanan selter, pelayanan Hukum maupun pendampingan dalam memberdayakan para korban seperti memberikan pelatihan keterampilan, agar yang bersangkutan dapat lebih percaya diri untuk kembali ditengah-tengah masyarakat.

Menurut kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Barat, Anna Veridiana, Shelter P2TP2A Provinsi Kalimantan Barat bernama Bunga Lita yang berarti Pewrempuan Cerdas dan Bertanggungjawab, serta bijaksana dalam mengambil keputusan, dengan harapan Shelter tersebut dapat memberikan pelayanan kepada korban kekerasan dan trafficking terhadap perempuan dan anak secara profesional sehingga korban dapat meningkatkan fungsi sosial dan kuslitas hidupnya, dan bagi anak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan normal demi mengembangkan bakat dan kemampuannya.(ruslanhumasprov)

 
Random Content




Tempat Pencarian Cepat