Berita Utama

Tempat Pencarian

Browse this website in:

PENGUMUMAN

Login Form



BPBD Sambas Terbentuk PDF Print E-mail
Written by HumasProv   
Selasa, 03 Februari 2015 14:51 WIB
Klik untuk ukuran asli

SAMBAS – Wakil Gubernur Kalimantan barat Drs. Christiandy Sanjaya, SE. MM mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mutlak perlu ada di suatu daerah, baik itu Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, hal ini diperlukan karena untuk memudahkan koordinasi dalam rangka penanggulangan apabila terjadi bencana di daerah, baik untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut. Hal itu dikatakan Wagub Kalbar dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Sambas di Aula Kantor Bupati Sambas (2/2).

Lebih lanjut Wagub menjelaskan bahwa bencana yang sering terjadi di Kalimantan Barat antara lain bencana asap akibat kebakaran hutan, tanah longsor, dan saat ini terjadi bencana banjir, yang terjadi di beberapa daerah di Kalbar seperti banjir yang terjadi di Kabupaten Landak, Sanggau, Bengkayang dan Kota Singkawang serta Kabupaten sambas, tentunya yang terjadi ini merupakan bencana yang perlu kita tanggulangi secara bersama-sama, tidak hanya urusan pemerintah semata, namun peran serta masyarakat dan kalangan dunia usaha juga sangat diperlukan.

Secara umum mengenai pemahaman masalah banjir menurut Wagub, adalah keadaan dimana suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah yang besar, dan sesungguhnya banjir dapat diprediksi dengan memperhatikan curah hujan dan aliran sungai sekitar tempat tinggal masing-masing, dengan demikian sebagai langkah persiapan yang harus dilakukan sebelum bencana banjir terjadi antara lain, menata daerah aliran sungai dari hulu kehilir secara terpadu sesuai dengan fungsi lahan, membangun sistem pemantauan dan peringatan dini pada wilayah yang sering terkena banjir, tidak membangun rumah dibantaran sungai dan jangan membuang sampah sembarangan atau kedalam sungai.

Wagub juga berpesan setelah terbentuk BPBD di Kabupaten Sambas, hendaknya segera bergerak dan tetap berkoordinasi dengan SKPD terkait dalam membantu korban bencana banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sambas, dan diharapkan agar tetap waspada walaupun bencana banjir telah berlalu, karena berbagai penyakit biasanya akan timbul pasca banjir, seperti diare, demam berdarah, dan berbagai macam penyakit lainnya.

Disamping itu Wagub Kalbar juga menyerahkan bantuan berupa Air mineral, Mie Instant, Selimut, Peralatan Dapur, Paket Sandang, Paket Family Kit, serta susu kaleng yang akan dikontribusikan kepada masyarakat yang terkena banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Sambas.

Menurut Kepala BPBD Prov Kalbar, T.T.A. Nyarong, berdasarkan data BPBDProv Kalbar, Kabupaten Sambas juga berpotensi rawan terhadap bencana diperkirakan terdapat 3 titik potensi rawan abrasi pantai, yaitu Kecamatan Selakau, Pemangkat dan Paloh serta terdapat 11 kecamatan yang rawan banjir dan genangan air, selain itu juga terdapat titik-titik hotspot yang tersebar di 4 Kecamatan, tentunya hal ini diperlukan koordinasi yang serius baik koordinasi lintas Kecamatan, lintas Kabupaten/Kota, lintas Provinsi bankan lintas Negara.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Bupati Sambas, Wakil Bupati Sambas, Sekda Sambas, Ketua DPRD Sambas, Forkorpimda Sambas, Pimpinan SKPD Provinsi dan Kabupaten Sambas, para Camat dan Kades se Kabupaten Sambas(ruslanhumasprov)

 
Random Content




Tempat Pencarian Cepat